Rabu, Maret 04, 2009

Keindahan bagian dari kesempurnaan

Lembut tatap mata seorang dewi
Menuju satu titik nadir ku berdiri
Sorot mata tajam menghunus jantung hati
Seakan ku diperdaya dan tak kuasa

Melangkahkan kaki ku entah kemana
Hilang tujuan serta asa
Merengkuh nurani berteman sunyi
Di balik kegundahan hati

Dia datang menghampiri membawa seteguk air
Berharap menghapus semua dahaga kerinduan
Yang telah lama dilanda kemarau
Kering kerontang tak bersemi

Ku minum air kesejukan darinya
dahaga hilang dan mulai bersemi
hati ini kembali sedia kala
namun masih ada yang tertinggal dalam jiwa

akankah hati ini menjadi batu seperti dulu
keras dan sulit tuk dihancurkan
batu tetaplah batu
batu tak mungkin jadi air

Dewi....
tolonglah aku...
yang tak mampu mencair di kala beku
tak mampu berdiri di kala fajar
tak mampu beranjak di kala tidur terlelap
tak mampu bercerita di kala gundah
tak mampu bercumbu di kala sendu
tak mampu berkata di kala bernyanyi

Dewi Malamku disaat kau hadir dalam tidur lelapku...
bangunkan aku dari mimpi panjang tak berujung
sirami aku air surgamu
bantulah aku berdiri menggapai rindumu

Dewi...
aku merindukanmu...

Dewi...
aku menginginkanmu...

jakarta, 04 Maret 2009
23.54.14 WIB

Keindahanmu

Keindahan mata sendumu terpancar
Merubah setiap pandangan mataku
Kesejukan kata terucap bibirmu
Merubah setiap bait ucapanku

Kelembutan desiran nafasmu
Merubah setiap detak jantungku
Gemulai lembut kakimu
Merubah setiap arah langkahku

Kesempurnaan aura cahayamu
Merubah setiap sisi gelapku

Semua yang terpancar dalam dirimu
Membuatku merubah siapa aku
Kuyakin hanya kamu dalam hatiku
Tiada yang lain hanya dirimu
Karena kucinta kamu

Satu untuk selamanya

jakarta, 04 Maret 2009
23:17:24 WIB

Jumat, Februari 27, 2009

Jumat, Februari 20, 2009

KSATRIA BAJU ITEM

friday bloody friday

FRIDAY BLOODY FRIDAY

Jakarta, Jumat, 20 february 2009
06.36 Wib

jumat berdarah di sebuah pelataran desa
bermandikan kemunafikan dalam cerita
membinasakan setiap kebahagiaan yang tercipta
harkat dan martabat entah hilang kemana
hanya segumpal darah bergelimang kehinaan

mereka tak lagi peduli terhadap sesama
tega memperlakukan setiap individu secara brutal
mencaci dan memaki di ujung lidah
mengganggap semua perlakuannya benar
padahal kita tak tahu siapa yang benar

jadikan hari ini hari yang indah
jangan pernah terjadi dan terjadi lagi
karena hidup ini anugerah
bagi semua orang yang merasakannya

hiduplah damai sejahtera
amin

Rabu, Februari 18, 2009

JakartaKu Panas

hembusan angin dimalam hari
menyambut mentari yang tak bersahabat
mengucur desiran keringat
dari setiap insan yang berjejal

pagi tak lagi hangat,
siang terasa panas
sore seperti penuh dan sesak
malam pun aku terdesak
diantara sampah

jalan jalan jakartaku penuh debu
tak seperti dahulu kala aku masih terdiam membisu

kotak besi memenuhi
asap hitam menggumpal
terik matahari seakan murka
hujan pun mendadak datang dan pergi

inikah jakartaku...?
inikah bumiku...?
inikah tempat tinggalku?

aku ingin jakartaku seperti dulu...
kala aku masih terdiam membisu..
.
.
.
.
.
.
.
.
surat untuk jakartaku..!!

Senin, Januari 05, 2009

EFEK RUMAH KACA

EFEK RUMAH KACA

Pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet.

Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.

PENYEBAB

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Gas Kontribusi Sumber emisi global %
CO2 45-50% Batu bara 29


Minyak Bumi 29


Gas alam 11


Penggundulan hutan 20


lainnya 10
CH4 10-20%

Sumber : Kantor Menteri Negara KLH, 1990

DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Mekanisme terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut (gambar 1). Bumi secara konstan menerima energi, kebanyakan dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum, 1998:237). Sinar tampak dan sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari. Radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi dan menghangatkannya.

AKIBAT

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Colaboration with Janu Hansamu

JUST SIMPLE IMAGINE

Happy New Year 2009

HAPPY NEW YEAR 2009